Gundah
Bu, anak kecilmu kini sudah dewasa ya. Menurut ibu, apakah ipan bisa menjadi seseorang yang sesabar ibu dan menurut ibu juga apakah ipan bisa menjadi seorang yg setegas dan sekuat bapak. Ipan sadar bu karena ipan anak pertama pasti kau ingin sekali aku menjadi yang nomer 1 kan? Maka dari itu kau mendidikku dengan keras. Tetapi sadar gak sih bu ternyata di setiap perjalanan ipan, yang ipan cari hanyalah sebuah pengakuan sampai-sampai ketika ada orang yang tanya ipan besok mau kerja apa? Ipan besok mau jadi apa?, Ipan selalu tidak bisa menjawabnya karena setelah ipan sadar, ipan hanya berjalan mengikuti kata orang lain, hanya ingin membuktikan ke orang lain bahwa apa yang orang katakan bisa ipan lakukan. Tapi sampai saat ini apapun yang ipan capai orang-orang itu tidak peduli sama sekali, ipan ingin menjadi orang yg diperhatikan bu meskipun ipan tak pandai berada didepan umum tetapi ipan selalu bermimpi dapat menjadi si nomer 2 yang di nomer 1 kan. Menurut ibu, ipan bakal nemuin seseorang yg dpt menyayangi dan sabar sama ipan seperti ibu gak ya?, Ibu juga tau kan ipan punya kekasih yang ipan bilang dia mirip sekali sepertimu bu, dia orang yang sabar, lemah lembut, penurut, tetapi hanya kadang dia tidak konsisten dengan perkataannya. Menurut ibu, apakah aku salah jika aku mendidiknya dengan keras dan tegas bu? Karena aku tidak tau bagaimana aku harus bersikap ketika sabarku tidak ada fungsinya untuk merubahnya menjadi lebih baik. Bu, kau selalu ingin melindungi kekasihku dari hal yang membuatnya sedih kan bu? Tapi kalau yang membuat dia sedih adalah aku bagaimana bu? Aku gagal ya menjadi laki-laki?. Tetapi setidaknya ketika aku gagal menjadi lelakinya, aku pernah berperan dalam prosesnya bu, dan kau juga tau sendiri kan dia tuh orangnya pekerja keras banget tapi kadang sering menunda sesuatu saja karena dia belum bisa memanage waktunya.
Komentar
Posting Komentar