TERKURUNG

Dibalik canda tawa seseorang pasti ada suatu lelah, kesal, beban yang ia rasakan. Seperti diriku, seorang yang ingin terbang bebas menggapai tujuannya melalu jalannya sendiri tetapi selalu digagalkan oleh jeratan kelurga. Terkurung seolah-olah tercukupi semua kebutuhannya dengan alih-alih menuruti perintah sang pemilik, belum lagi dijatuhkan dengan celotehannya karena tak bisa sesuai ekspektasinya. Terkadang juga terhina "kok cuma segini, kok dapat segitu". Tapi semua celotehan itu tak kupedulikan karena bagiku apa yang kujalani saat ini hanya memenuhi keinginannya jadi bukan urusanku jika tak sesuai dengan keinginannya. Tapi aku sangat bersyukur saat dialur yang kualami ini meskipun aku terkerangkeng tetapi aku mendapati teman yang peduli terhadapku dan orang nomer satu yang selalu mendukung apa yang kuinginkan yaitu IBU ku. Ibuku lah yang membuatku kuat sampai saat ini, satu-satunya orang yang tidak menaruh beban dan ekspektasinya kepadaku, orang yang selalu mendukung apa yang ingin kulalukan selagi itu hal baik dan aku sukai. Mungkin tanpa IBU yang sehebat beliau aku hanyalah manusia yang seperti robot yaitu hanya menuruti perintah dari penggunanya yaitu bapakku. Aku tidaklah benci dengan bapakku tetapi aku hanya kesal dengannya karena dia aku tidak bisa menjadi seperti yang aku mau, dia selalu menaruh ekspektasi yang tinggi terhadapku dan ketika aku tidak memenuhinya celotehannya pun berbunyi seakan-akan hidupku hanya sebagai pewujud keinginannya saja. Dari sanalah sampai sekarang aku tidak tahu mau jadi apa aku ini, dulu ketika lulus smk aku ingin sekali bekerja agar aku bisa membeli apapun yang kuinginkan dengan hasil kerjaku sendiri tetapi semesta berkehendak lain IBU ku yang mendukungku dipatahkan oleh bapakku yang ingin bagaimanapun caranya yang penting harus kuliah dulu. Mulai dari situ kemudian aku memutuskan untuk kuliah sampai jalan disemester 5 ini aku tidak tau hakekatku kuliah sampai sekarang itu ngapain. Sampai saat ini aku masih merasa hanya bagaikan burung yang terbang berkeliling sangkar saja, tapi aku tidak berhenti berkeliling saja suatu saat jika ada momen aku pergi dadi sangkar ini untuk menunjukkan bahwa aku bisa lho menggapai tujuanku sendiri. Aku benci kuliah karena bagiku aku sudah muak dengan hal yang menilai kemampuan seseorang hanya by number dan itu harus keseluruhan, karena menurutku seseorang itu punya keahliannya sendiri-sendiri jika sistem terus-terusan menilai seseorang harus bernilai rata disemua bidang maka akan membuat banyak orang kebingungan tentang apa yang ingin mereka dalami sebenarnya dan terkadang by teori juga berbeda dengan aktualnya. Itulah mengapa aku lebih suka mempelajari suatu by aktual daripada by teori. Dari pengalamanku inilah aku selalu mewanti-wanti adikku untuk selalu menekuni apa yang ia sukai dan tidak perlu khawatir jika kau tidak pandai disemua bidang tapi kau cukup buktikan bahwa kau expert dalam suatu bidang, dan kelak jika kau sudah lulus tentukan sendiri keputusanmu, pastikan apa yang dimau dirimu, buat keputusan dengan tepat, jangan pedulikan keinginan orang lain karena hidupmu adalah perjalananmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mbah Uti Ngentak❤️

Terimakasih Untuk Kekasih Dan Ibu Keduaku

Kuatin Lagi Yok Bahu nya