TERKURUNG
Dibalik canda tawa seseorang pasti ada suatu lelah, kesal, beban yang ia rasakan. Seperti diriku, seorang yang ingin terbang bebas menggapai tujuannya melalu jalannya sendiri tetapi selalu digagalkan oleh jeratan kelurga. Terkurung seolah-olah tercukupi semua kebutuhannya dengan alih-alih menuruti perintah sang pemilik, belum lagi dijatuhkan dengan celotehannya karena tak bisa sesuai ekspektasinya. Terkadang juga terhina "kok cuma segini, kok dapat segitu". Tapi semua celotehan itu tak kupedulikan karena bagiku apa yang kujalani saat ini hanya memenuhi keinginannya jadi bukan urusanku jika tak sesuai dengan keinginannya. Tapi aku sangat bersyukur saat dialur yang kualami ini meskipun aku terkerangkeng tetapi aku mendapati teman yang peduli terhadapku dan orang nomer satu yang selalu mendukung apa yang kuinginkan yaitu IBU ku. Ibuku lah yang membuatku kuat sampai saat ini, satu-satunya orang yang tidak menaruh beban dan ekspektasinya kepadaku, orang yang selalu mendukung apa y...